Cara Membahagiakan Istri Menurut Islam

Laporan : Halwa Fitriosa Khalida Falaquera

Membahagiakan orang tersayang khususnya istri tentunya merupakan hal yang sangat diinginkan setiap orang. Tentunya sebagai seorang istri juga mengharapkan kebahagiaan yang didapatkan juga dari suaminya.

Untuk itu, suami dan istri harus saling memberikan kebahagiakan.
Berikut ini penjelasan cara membahagiakan istri menurut islam, yang dilansir dari dalamislam.com.

Advertisement

Rasulullah Membagiakan Istrinya
Di dalam islam, membahagiakan istri adalah juga menjadi tanggung jawab suami. Seorang istri memiliki kewajiban terhadap suami, namun suami juga wajib untuk memperlakukan istrinya dengan baik juga.

Ada kalanya suami yang selalu berpendapat bahwa istrilah yang harus memperlakukan dan melayani dirinya dengan baik. Tentu hal ini tidak sesuai.

Rasulullah, adalah seorang suami yang baik. Ia menunaikan kewajiban untuk istrinya, baik dalam hal psikologis, material, dan spiritual. Seorang Nabi, ia pun juga memperhatikan betul kebutuhan istrinya dan tidak pernah berbuat kasar. Hal-hal berikut yang Rasulullah lakukan :

• Memanggil istrinya dengan panggilan kesayangan, humairah, yaitu pipi yang kemerah-merahan

• Menemani istrinya dan berdikusi atau bercanda dengan istrinya.

Baca juga: Mewaspadai Gerakan Provokatif KAMI

• Memberikan kebahagiaan berupa kebutuhan biologis

Hal-hal di atas adalah sebagai contoh yang telah Rasulullah lakukan. Tentunya, sebagai umat islam yang mengikuti Rasulullah, termasuk dalam membahagiakan istri pun harus kita ikuti dan contoh. Keluarga Rasulullah adalah keluarga yang didalamya masing-masing suami istri melaksanakan, kewajiban suami terhadap istri didalam islam, dan sebaliknya.
Manfaat Membagiakan Istri

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.“ (QS : Ar-Ruum:21)

1. Menjaga Keharmonisan Keluarga
Keharmonisan keluarga dapat tercapai jika masing-masing dari pasangan saling berbahagia dan mendapatkan kenyamanannya masing-masing.

Banyak pasangan yang senantiasa bertengkar atau mengalami konflik karena berbagai masalah yang menempa dan tidak bisa menyelesaikannya. Sedangkan, konflik keluarga dapat menyebabkan pada pecahnya keluarga tersebut jika tidak mampu diselesaikan.
Dengan membahagiakan istri, istri akan merasakan kebahagiaan yang akan juga memberikan kembali kebahagiaan tersebut kepada suaminya.

Istri yang tidak mendapatkan kebahagiaan akan merasa sulit dan tidak akan bisa juga memberikan kebahagiaan kepada suaminya. Untuk itu, saling memberikan kebahagiaan harus dimulai juga oleh salah satu pihak agar sama-sama memberikan kebahagiaan tersebut.

2. Membentuk Keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rahmah
Keluarga yang sakinah mawaddah dan rahmah adalah keluarga yang nyaman, berkah, dan penuh rahmat dari Allah. Keluarga yang sakinah mawaddah warahmah adalah hal yang ingin dicapai oleh setiap orang. Tentu saja hal ini tidak akan bisa diperoleh jika masing-masing dari suami atau istri tidak bisa memberikan kebahagiaan atau mencari jalan untuk bisa membahagiakan masing-masing.

3. Mempengaruhi Psikologis Anak-Anak
Istri yang bahagia tentunya juga mempengaruhi pada anak-anak. Seorang istri atau ibu adalah orang yang paling pertama dan sering untuk bertemu dan mendidik anak-anak. Jika seorang istri tidak bahagia tentu akan mempengaruhi anak-anak yang diurus dan dididiknya. Tidak jarang seorang ibu marah dan emosi karena ia tidak mendapatkan kebahagiaan, stress yang menerpa, dan hal lainnya yang memicu emosi.

Untuk itu, membahagiakan istri adalah salah satu jalan atau manfaatnya terhadap psikologis anak anak. Anak-anak yang tumbuh sehat salah satunya adalah karena keluarganya juga sehat dan bahagia.

Info Lomba Terbaru