• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Bisnis»Gemparkan Dunia Fashion saat Pandemi, Pria Jebolan Pesantren Gontor Ini Raup Omset Ratusan Juta

Gemparkan Dunia Fashion saat Pandemi, Pria Jebolan Pesantren Gontor Ini Raup Omset Ratusan Juta

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 11 December 2020

Tahun 2020 ini dibatasi dengan pandemi, meski begitu banyak produk fashion yang launching di tahun ini. Beberapa diantaranya adalah produk yang cukup viral sehingga menyedot banyak perhatian.

Seperti produk fashion Zaemerci yang menggunakan bahana dasar kain denim ini banyak disoroti oleh kalangan millenial.

Zaki CEO Zaemerci mengatakan, bahwa selama pandemi covid 19 menggunakan promosi lewat sosial media.

“Alhamdulillah kita dimasa pandemi ini mendapat keberkahan, yang biasa kita omset hanya puluhan juta, namun dimasa pandemi omset kita bisa mencapai ratusan juta, ini sebabnya karena banyak millenial yang berbelanja dengan cara online,” ucap Zaki ketika diwawancara Budi Mawardi dalam Acara Podcast Siaran Santri di Bandung, Senin (6/12).

Baca juga: Viral di Sosmed, Sate Maranggi Kang Ruddy di Jakarta Pemiliknya Jebolan Pesantren Gontor

Pria yang sempat menjadi santri di Pondok Gontor selama 4 Tahun dan Pondok Alumni Gontor Al Ikhlash Kuningan ini mungungkapkan, bahwa kehidupan kita di Pesantren sangat berharga.

“Saat pandemi ini kita diuji kesabaran, ilmu sabar yang saya dapati di Gontor dan Al Ikhlas saya terapkan dalam berbisnis,” ucap Zaki.

Zaki mengatakan dalam 5 Bulan terakhir selalu menarapkan membaca tilawah Al Quran pada awal jam kerja.

“Kita selalu baca Al Quran dahulu agar pekerjaan kita selalu diberkahi dan pastinya kita tidak hanya mencari dunia saja, namun akhirat juga,” ungkap Zaki.

Zaki mengatakan, di tengah pandemi, Zaemerci terus eksis melakukan produksi. Brandnya, hadir di industri denim lokal dengan memberikan pesona baru.

Ada hal yang beda dengan denim lainya dibanding dengan Zaemerci.

Salah satu keunikan yang diangkat dalam denimnya adalah kearifan lokal Indonesia.

Ia menggabungkan, desain denim yang selama ini polos dengan corak batik maupun tenun khas Indonesia. Ia juga menamai produknya Denim Nusantara.

“Ada formula dan teknis khusus yang kami lakukan sehingga mampu menghasilkan corak motif di atas kain denim,” ujar Zaki.

Teknik tersebut dinamai cabut warna. Yakni proses mengurangi warna dasar denim, sehingga efeknya lebih permanen. Berbeda dengan sablon, yang ditempelkan di atas kain.

Motif yang diangkat pun beragam, dari mulai parang hingga corak dayak.

Ada pula motif yang terinspirasi dari bangunan cagar budaya di Jawa Barat, Gedung Sate atau Jembatan Pasupati Bandung.

“Sampai sekarang sudah ada 30 artikel, ada kemeja denim, jaket denim kimono denim, outer denim, blazer, kaos denim, masker denim all about denim,” ucap zaki yang pengurus pusat Forum Bisnis (Forbis) Alumni Gontor ini dan Hipmi Kota Bandung.

Produk Zaemerci dapat dibeli langsung dengan mengunjungi web.

“Kita menggunakan promosi lewat digital (Medsos, website & marketplace) Web www.zaemerci.com dan Instgram @zaemerci,” katanya.

Kabar kembira juga bagi keluarga Pondok Modern Gontor dan Pondok Al Ikhlash Kuningan.

“Insyallah saya berikan discount 10 Persen bagi keluarga besar IKPM Gontor seluruh dunia dan keluarga besar Pesantren Al Ikhlash Kuningan dengan menghubungi customer service di 081908812742,” ucap Zaki.

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.