• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»KAMI Ciptakan Klaster Baru Covid-19

KAMI Ciptakan Klaster Baru Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 5 September 2020

Oleh : Tengku Abdurahman

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mendapat sorotan tajam masyarakat. Deklarasinya yang dilakukan di tengah pandemi Covid-19 dianggap tidak proporsional dan hanya ingin menambah beban rakyat yang terdampak Covid-19.

Keberadaan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia ‘KAMI’ rupanya tidak mendapatkan atensi publik secara maksimal, keberadaan mereka justru ditolak oleh kelompok yang mengatasnamakan diri Kesatuan Aksi Milenial Indonesia (KAMI) yang menyatakan penolakan terhadap Deklarasi yang dilakukan.

Dalam aksinya, mereka menyatakan penolakan terhadap deklarasi tersebut karena menurut mereka, deklarasi KAMI hanya untuk memprovokasi masyarakat dan memecah belah bangsa untuk membenci pemerintah.
Mereka juga menilai bahwa kegiatan deklarasi tersebut cenderung tidak mengindahkan physical distancing sebagai wujud upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca juga: Otsus Jilid 2 Untuk Kesejahteraan Rakyat Papua

Sementara itu, Deputi VII Badan Intelijen (BIN) Wawan Hari Purwanto menyatakan bahwa sebagai warga negara sudah seharusnya membela tanah airnya dengan segenap jiwa dan raganya. Karena itu, segala jenis ancaman yang dapat membahayakan kesatuan dan keutuhan NKRI wajib untuk diantisipasi oleh siapapun terlepas dari profesinya.

Keselamatan rakyat Indonesia dan seluruh potensi sumber daya alam yang terkandung di dalamnya mutlak untuk dilindungi. Karena sudah menjadi kewajiban kita untuk melindungi segenap tumpah darah, kita harus sadari bahwa seluruh ancaman perlu diantisipasi supaya kita bisa lepas baik dari ancaman, baik yang berasal dari dalam atau luar negeri.

Wawan juga merespon munculnya KAMI, di mata BIN ancaman yang nyata dan yang dianggap saat ini serius adalah pandemi covid-19, bukan yang lainnya. Karena itu semua pihak haruslah bersama-sama untuk menjaga keselamatannya masing-masing sehingga secara kolektif bisa menyelamatkan Indonesia dari dampak buruk akibat pandemi.
Sementara itu, Ahli Hukum Indonessia Muhammad Kapitra Ampera, menilai bahwa pembentukan KAMI sarat akan kepentingan politis.

Tuntutan dan juga aksi yang akan dilakukannya juga dianggap tidak jelas karena saat ini Indonesia secara pemerintahan cukup baik. Dirinya juga melihat adanya perbaikan ekonomi yang ambruk akibat pandemi covid-19 masih lebih baik dibandingkan negara lainnya.
Aktivis politik Ferdinan Hutahaean juga mengecam langkah beberapa orang yang tergabung dalam KAMI yang menggelar deklarasi di tugu proklamasi tersebut.

Menurutnya, gerakan itu tidak mewakili suara rakyat.
Ia menuturkan, gerakan yang dilakukan oleh KAMI hanyalah gerakan suara saja yang tidak akan menjadi gerakan nyata di lapangan, apalagi menjadi gerakan rakyat.

Pendapat yang dikatakan Ferdinand tentu bukan tanpa alasan. Karena gerakan KAMI tidak berasal dari keresahan rakyat. Kemudian tokoh yang tergabung dalam koalisi tersebtu tidak mendapatkan kepercayaan publik, karena itu gerakan KAMI dinilial bukan mewakili suara rakyat.

Selain itu, dirinya menilai bahwa deklarasi tersebut hanya pengulangan dari gerakan-gerakan sejenis yang sudah pernah terselenggara sebelumnya.
Seperti gerakan untuk mengembalikan Indonesia kepada Undang Undang Dasar 1945 yang asli. Namun, gerakan tersebut berujung pada persoalan hukum.

Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi mempertanyakan apa yang dilakukan oleh Rocky Gerung Cs tersebut dalam deklarasinya. Ia mempertanyakan apa urgensi mendesak atas dilaksanakannya deklarasi KAMI dengan kondisi bangsa yang tengah melawan pandemi covid-19. Dirinya menilai justru lebih baik jika energi para deklarator KAMI digunakan untuk aksi nyata kemanusiaan.

Staf Pengajar di Universitas Indonesia (UI) ini merasa khawatir, keberadaan KAMI hanya akan berujung pada pemenuhan aspirasi kelompok orang yang kecewa terhadap pemerintahan Joko Widodo.

Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai bahwa sejumlah tokoh pendukung KAMI berasal dari kelompok ideologis yang pada Pilkada 2017 ataupun Pemilu 2019 memainkan politik identitas.

Peraih gelar doktor filsafat dari Walden University, Minneapolis, Amerika Serikat tersebut menegaskan, kalau KAMI juga terlibat dalam mengamplifikasi politik identitas, gerakan tersebut berpotensi menjadi ancaman bagi ketahanan ideologi dan demokrasi Pancasila.

Menurut Boni, koalisi tersebut juga bisa menjadi masalah tersendiri jika ternyata ikut bermain dalam kampanye Pilkada Serentak 2020. Dimana propaganda antipemerintah akan terus menjadi narasi politik yang dominan baik di tingkat lokal maupun nasional.

Boni juga berpendapat bahwa apa yang dilakukan oleh KAMI di Tugu Proklamasi, tak lebih dari sekadar oposisi jalanan. Seperti isu yang diusung dimana merupakan isu lama dan tidak ada yang baru.

Keberadaan KAMI rupanya masih dipertanyakan dan belum bisa diterima oleh banyak orang, apalagi tujuan dari deklarasi yang pernah dilakukan 18 Agustus lalu, tidak jelas apa urgensinya.

Penulis aktif Dalam Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

August 22, 2026

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

August 22, 2026

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi  Oleh: Hanan Alfawazi Ketahanan energi merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Tanpa pasokan energi yang cukup, terjangkau, dan dapat diandalkan, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat akan menghadapi berbagai hambatan. Karena itu, arah kebijakan energi Indonesia pada 2027 memiliki arti strategis, bukan sekadar sebagai agenda sektoral, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian nasional. Kebutuhan energi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, sementara produksi minyak nasional menghadapi tekanan penurunan alamiah. Pada saat yang sama, dinamika geopolitik global membuat harga dan pasokan energi semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut membuat penguatan sumber energi domestik menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Dalam konteks tersebut, target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sekitar 950 ribu barel setara minyak per hari dalam RAPBN 2027 menjadi salah satu instrumen penting. Target tersebut dinilai realistis oleh Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, terutama dengan melihat peluang optimalisasi lapangan produksi yang telah ada serta pengembangan sumur-sumur baru. Namun, peningkatan lifting tidak dapat dicapai hanya dengan menetapkan target. Sektor hulu migas membutuhkan investasi, teknologi, kepastian regulasi, serta proses pengembangan lapangan yang efisien. Tantangan natural decline juga harus dihadapi secara serius karena sebagian lapangan migas nasional telah memasuki fase produksi yang matang. Anggota Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman melihat masih terdapat ruang untuk menahan laju penurunan alamiah tersebut melalui optimalisasi sumur eksisting dan pengembangan sumur baru. Pengembangan wilayah frontier serta penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) juga menjadi bagian dari pilihan strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi nasional. Artinya, kebijakan peningkatan lifting harus ditempatkan sebagai agenda jangka panjang. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar angka produksi dalam satu tahun anggaran, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan investasi dan penemuan cadangan baru. Jika investasi hulu berjalan konsisten, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat ekosistem industri migas nasional.…

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor Oleh: Aziz Rahman Ketika ketidakpastian…

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat…

​Bikin Terenyuh! Aksi Nyata LAZNAS Darunnajah Bikin Para “Pahlawan Jalanan” Tersenyum Lebar

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Di tengah dinamika mobilitas ibu kota yang digerakkan oleh para pekerja lapangan, eksistensi petugas Penanganan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.