• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Masyarakat Mendukung Pemulihan Pariwisata Dengan Protokol Kesehatan

Masyarakat Mendukung Pemulihan Pariwisata Dengan Protokol Kesehatan

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 4 October 2020

Oleh : Putu Prawira

Pandemi Covid-19 telah menghancurkan tidak saja sektor kesehatan masyarakat, namun juga perekonomian, utamanya pariwisata. Di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi, masyarakat pun mendukung kebijakan pemerintah untuk memulihkan pariwisata yang aman berdasarkan protokol kesehatan agar roda ekonomi rakyat dapat berputar namun aman dari penularan wabah penyakit.

Sektor Pariwisata merupakan salah satu yang paling terdampak selama pandemi, hal ini sangat nampak sekali pada masyarakat yang berprofesi sebagai penjual kerajinan tangan dimana omzetnya menurun hingga 80%.

Untuk bangkit dari keterpurukan tersebut, Badan Intelijen Negara (BIN) merekomendasikan Kementerian/lembaga dan stakeholder pariwisata untuk dapat meningkatkan sinergitas, agar pariwisata di Bali dapat menunjukkan destinasi wisata yang aman berdasarkan protokol kesehatan.

Baca juga: 25 Tahun Pengabdian Indonesia Power Untuk Ibu Pertiwi “Power Beyond Boundaries”

BIN juga merekomendasikan Pemprov Bali dan semua stakeholder agar mengintensifkan pengawasan penerapan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19 dengan law enforcement.

Rekomendasi ini disampaikan oleh Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto dalam diskusi ‘mengawal bangkitnya Pariwisata Bali berdasarkan Protokol kesehatan demi pemulihan perekonomisn di Bali’.

Wawan juga mengingatkan, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 lalu, tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga menghancurkan pariwisata. Tak terkecuali di Bali yang merupakan penyumbang devisa terbesar negara dari sektor Pariwisata.

Sub sektor lain yang juga terimbas antara lain, transportasi, akomodasi hingga UMKM. Pemprov Bali menunjukkan data bahwa akibat lumpuhnya Pariwisata, per Agustus 2020 lalu, sudah ada 73.631 pekerja yang dirumahkan. Selain itu, 2.667 pekerja bahkan sudah di-PHK. Dari sisi pendapatan, Bali telah kehilangan Rp 9,7 triliun.

Tekanan berat pariwisata Bali juga ditunjukkan dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang menurun hingga 99 persen. Hal tersebut mengacu data BPS per Juni 2020 lalu, dimana bulan tersebut hanya ada 32 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali. Sedangkan sebulan sebelumnya, Juni 2019, masih ada 549.516 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali.

Juru Bicara Satgas Penanganan Dampak Covid-19 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ari Julianno Gema Mengatakan, pihaknya mempersiapkan upaya pemulihan pariwisata yang terdampak pandemi covid-19.

Bantuan tersebut diberikan kepada daerah yang ekonominya terdampak akibat jatuhnya pariwisata pada masa pandemi Covid-19.

Selain itu, Kemenparekraf juga menyiapkan panduan protokol kesehatan sebagai acuan pembukaan industri penunjang pariwisata, seperti hotel dan restaurant. Hal tersebut dilakukan demi mempersiapkan tahapan selanjutnya, yakni pra-kondisi.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Ardana (Cok Ace) mengatakan bahwa pandemi covid-19 yang telah melumpuhkan pariwisata Bali selama 6 bulan lebih ini sebaiknya dijadikan momentum untuk menata ulang pariwisata Bali.

Tokoh puri Ubud tersebut mengatakan bahwa pandemi ini memberikan Bali waktu untuk beristirahat sejenak.

Pada kesempatan berbeda, Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Hetifah Sjaifudian menilai rasa aman dan kemudahan transportasi menjadi kunci pemulihan sektor pariwisata di masa pandemi covid-19. Maka kendapi pemulihan sektor pariwisata tetap fokus pada penguatan penerapan protokol kesehatan.

Satu masalah yang yang perlu mendapatkan perhatian adalah tiket yang mahal rupanya menjadi kegelisahan para pelaku pariwisata. Hal ini mengingat salah satu indikator rasa aman untuk kembali berwisata adalah tidak ada travel ban ke destinasi yang dituju.

Perwakilan KADIN, Kosmian Pudjiaji menyatakan bahwa stimulus ekonomi pada jasa transportasi harus diberikan. Dukungan kebijakan transportasi juga perlu dibuat semudah-mudahnya.

Di sisi lain, para pemangku kepentingan industri penerbangan dan pariwisata menyelenggarakan kampanye perjalanan aman bertajuk safe travel campaign di Bandara Internasional I gusti Ngurah Rai pada Agustus lalu. Kampanye ini diinisiasi oleh sejumlah instansi yakni Indonesia National Air Carriers Association (INACA). Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), maskapai penerbangan AirAsia Indonesia, PT Angkasa Pura II (Persero), serta PT Angkasa Pura I (Persero).

Kampanye ini bertujuan untuk meyakinkan masyarakat kembali berwisata dengan aman. Serta untuk memulihkan kembali sektor pariwisata dan perekonomian yang terdampak cukup parah akibat pandemi Covid-19.

Kini jumlah wisatawan domestik di Bali juga mulai meningkat, tentu saja hal ini menunjukkan adanya tanda-tanda pemulihan terhadap pariwisata Bali.

Meski demikian masyarakat dan wisatawan jangan sampai terpengaruh terhadap ajakan dari siapapun untuk tidak mematuhi protokol kesehatan. Sebab jika pembukaan untuk wisatawan domestik ini tidak berjalan dengan baik, maka bukan tidak mungkin pariwisata di Bali akan mengalami kemunduran. Namun juga hal ini dilaksanakan dengan baik, tentu saja kontraksi ekonomi akan menunjukkan peningkatan.

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Pemerintah Jaga Masa Depan Petani

September 18, 2026

Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan Papua

September 18, 2026

Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Pemerintah Jaga Masa Depan Petani

By Kata IndonesiaSeptember 18, 20260

Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Pemerintah Jaga Masa Depan Petani Oleh: Oksidea Razeta Rayi Keberpihakan terhadap…

Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan Papua

By Kata IndonesiaSeptember 18, 20260

Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan Papua  Oleh : Yohanes Wandikbo Pembangunan pertanian Papua terus diarahkan pada penguatan fondasi kemandirian pangan yang bertumpu pada potensi lokal dan keterlibatan masyarakat. Pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan produksi pangan strategis, tetapi juga membangun ekosistem pertanian yang mencakup pengembangan pangan lokal, perluasan sawah, mekanisasi, irigasi, penguatan kelembagaan hingga pemberdayaan petani. Arah kebijakan tersebut menjadi penting mengingat Papua memiliki sumber daya pertanian yang besar sekaligus karakter geografis yang membutuhkan pendekatan pembangunan berbeda. Sagu, ubi dan berbagai komoditas pangan lokal telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua. Di sisi lain, potensi lahan pertanian juga dapat dikembangkan untuk meningkatkan produksi beras dan komoditas pangan strategis lainnya. Kementerian Pertanian (Kementan) menempatkan pengembangan potensi tersebut sebagai bagian dari strategi membangun kemandirian pangan Papua. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa kemampuan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Papua perlu dibangun dari kekuatan yang tersedia di wilayah tersebut. Karena itu, beras, sagu, ubi dan pangan lokal lainnya didorong untuk berkembang bersama masyarakat setempat. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pertanian Papua tidak diarahkan untuk menggantikan pangan lokal dengan komoditas tertentu. Sebaliknya, pemerintah berupaya mempertemukan kekuatan pangan tradisional dengan teknologi dan sistem pertanian modern. Dengan cara itu, peningkatan produktivitas dapat berlangsung tanpa mengabaikan karakter sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Komitmen pemerintah tersebut turut mengemuka dalam PAPEDA Summit 2026 yang sebelumnya diselenggarakan pada 2–4 September 2026 di Sorong, Papua Barat Daya. Forum tersebut mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi pembangunan Papua yang berbasis potensi lokal dan berkelanjutan. …

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan Oleh: Soleh Mahmud Bagi para petani,…

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan Oleh: Soleh Mahmud Bagi para petani,…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.