JAKARTA, KataIndonesia.com – Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia (P2I) 0rganisasi massa nirlaba mewadahi para praktisi dunia pendidikan pesantren dari berbagai penjuru tanah air, bersifat nonpartisan berazaskan Islam berdasarkan Pancasila dan UUD RI 45.

Tujuan P2I adalah membangun kapasitas dan Kualitas pendidikan pesantren agar memiliki daya saing kuat dan setara dengan satuan pendidikan lainnya di tingkat nasional, regional dan internasional serta berperan sebagai penyedia Sumber Daya Manusia yang unggul, terampil, berakhlak mulia dan berkhidmat untuk kesejahteraan bangsa.

Menteri Agama, Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin turut hadir dan secara langsung meresmikan organisasi yang didirikan oleh para praktisi pesantren yang terlibat langsung sebagai pengasuh pondok pesantren. Dalam sambutannya, Beliau mengemukakan bahwa sudah seharusnya umat muslim di negeri ini memiliki kesadaran untuk mau menerima keberagaman secara lebih mantap di tengah-tengah masyarakat yang beragam dan majemuk. Karena Melalui keberagaman itulah Allah menurunkan berkah, rahmat, dan anugrahnya agar umat ini memiliki pilihan-pilihan yang bisa diambil sesuai dengan konteksnya masing-masing.

Advertisement

“Dengan adanya Keluarga Besar Pondok Pesantren ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan dan keislaman agar senantiasa tanah air Indonesia ini selalu rukun dan damai seperti yang diwariskan oleh para pendahulu,” ungkap Menteri Agama di akhir pidato sambutannya.

K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Gontor juga menekankan bahwa di pesantren ditanamkan nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai keindonesiaan dan cinta tanah air sekaligus.

“Di pesantren ada ukhuwah islamiyah, kebersamaan, serta cara-cara yang bisa diterima semua golongan. Di pesantren juga ditumbuhkembangkan nilai-nilai pancasila, nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai undang-undang, nilai-nilai kebhinekaan, nilai-nilai NKRI, sehingga Indonesia dipenuhi kedamaian, kesejukan, kebersamaan, dan anti penjajahan. Metode pendidik pertama di Indonesia adalah Pesantren, lalu pada masa itu pesantren menjadi salah satu tombak kemerdekaan Indonesia,” ungkap K.H. Hasan Abdullah Sahal.

Sementara itu, Pimpinan Pesantren Darunnajah, Dr. K.H Sofwan Manaf, M,Si mengemukakan bahwa dengan adanya organisasi ini diharapkan tidak ada lagi pengkotak-kotakan antara satu golongan dan golongan lainnya.

“Kita harapkan semua pesantren ini bersatu dan bersinergi sehingga bisa menjadi lebih kuat dan agar tidak mudah diadu oleh kelompok luar. Singkat katanya adalah kita mensinergikan secara bersama-sama dan membangun secara bersama-sama kualitas dan kuantitas pondok pesantren yang ada,” papar Pimpinan Pesantren Darunnajah, Dr. K.H Sofwan Manaf, M,Si.

 

 

LAPORAN: HAFYZ MARSHAL

Info Lomba Terbaru