• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Kesehatan»Mengapresiasi Upaya Pemerintah Menekan Penularan Covid-19

Mengapresiasi Upaya Pemerintah Menekan Penularan Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 7 February 2021

Oleh : Putu Prawira

Ketika pandemi belum berakhir dan masih banyak WNI yang menunggu divaksin, maka pemerintah melakukan berbagai cara untuk menekan penyebaran corona.

Dari awal tahun 2021, diberlakukan PSBB sampai 2 kali. Selain itu, ada pula program sosialisasi perubahan perilaku, agar masyarakat sadar dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Jumlah pasien corona yang terus menanjak, menjadi lebih dari 6.000 orang per hari, tentu membuat masyarakat riskan. Mereka tentu tak mau tertular penyakit ini dan harus diisolasi di RS selama 2 minggu.

Namun sayangnya di tengah situasi pelik, malah ada yang kendor dan malas-malasan memakai masker, serta cuek bepergian ke mana-mana.

Untuk mengatasi agar corona tidak semakin menyebar, maka pemerintah daerah DKI Jakarta kembali melakukan razia masker di beberapa titik ramai.

Baca juga: Gak Nyangka, Begini Alasan Dewan Adat Papua Bangga Stafsus Jokowi Billy Mambrasar Wakili Papua di tingkat Nasional

Jika ada yang ketahuan tidak mengenakan masker, maka akan didenda sebesar 250.000 rupiah atau harus melakukan kerja sosial.
Sementara, pemerintah pusat menerapkan PSBB lagi mulai awal januari 2021, selama 2 minggu.

PSBB dilakukan karena jumlah pasien corona naik drastis, mungkin akibat euforia libur akhir tahun, sehingga banyak masyarakat yang melakukan mobilitas ke luar kota. Sehingga mereka terpapar corona saat dalam perjalanan.

PSBB diberlakukan lagi untuk kedua kalinya hingga awal februari 2021. Dalam pembatasan ini, maka aktivitas masyarakat di luar rumah sanagt dibatasi. Minimarket, rumah makan, dan tempat keramaian lain hanya boleh beroperasi hingga pukul 8 malam. Para karyawan harus bekerja dari rumah selama 75% jatah hari kerja, dan anak-anak masih melanjutkan school from home.

Selain itu, ada program baru dalam mengatasi corona, yakni sosialisasi perubahan perilaku.

Menurut juru bicara tim satgas covid, dokter Wiku Adisasmito, memang tidak mudah untuk mengubah perilaku masyarakat. Namun jika ingin ada pengendalian penyebaran corona, maka yang diubah adalah perilaku banyak orang. Tujuannya agar mereka disiplin menaati protokol kesehatan.
Untuk mengawasi perilaku masyarakat, maka pemerintah membuat sistem monitoring bersatu lawan covid-19 (BLC).

Jadi di tempat keramaian seperti Mall dan pasar, ada monitoring yang lebih ketat dari Satpol PP dan tim satgas penanganan covid, agar masyarakat tetap menjaga jarak. Serta harus memakai masker yang sesuai dengan standar WHO.

Dokter Wiku melanjutkan, dari 512 Kota/Kabupaten yang diawasi oleh BLC, baru 20,9% masyarakatnya yang memakai masker. Sedangkan jumlah orang yang menjaga jarak baru 16,9%. Hal ini tentu amat menyedihkan, karena banyak orang yang tidak mau kena corona tapi malas menaati protokol kesehatan.

Pemerintah terus mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan mengirim SMS agar memakai masker ketika pergi keluar rumah. Selain itu, ada pula lagu berjudul ‘ingat pesan ibu’ yang berisi anjuran untuk mengikut protokol, seperti rajin cuci tangan dan menjaga jarak. diharapkan masyarakat akan lebih mudah menaatinya ketika sering mendengarkan lagu ini.

Semua upaya yang dilakukan oleh pemerintah dilakukan agar mencegah penyebaran corona. Karena walau vaksin Sinovac sudah mendarat, namun pada tahap 1 penyuntikan, baru diberikan kepada para tenaga kesehatan. Prioritas diberikan bagi nakes karena mereka yang lebih mudah tertular corona di RS.

Ingatlah pepatah ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’. Sambil menunggu giliran divaksin, maka kita masih wajib memakai masker kain 3 lapis, rajin cuci tangan, emmbawa hand sanitizer, dan menjaga jarak. Perbaiki imunitas tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan rajin berolahraga.

Program yang dibuat oleh pemerintah tidak ada gunanya jika masyarakat malas untuk menaatinya. Hanya dengan kedisiplinan dan ketaatan dalam menerapkan protokol kesehatan, maka kita semua bisa bebas dari serangan corona. Tahan diri dan jangan bepergian ke luar kota jika tidak ada keperluan yang mendesak.

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

August 30, 2026

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

August 30, 2026

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG JAKARTA — Pemerintah mendorong Program…

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih  Oleh: Catur Ronggo Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Bali pada 25 Agustus 2026 layak dibaca sebagai salah satu langkah konkrit dalam membangun kemandirian energi. Target tersebut bukan sekadar menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah: energi bersih ditempatkan sebagai instrumen ketahanan nasional, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun. Tenggat agresif menunjukkan pemerintah ingin mempercepat eksekusi, bukan membiarkan transisi energi berhenti pada dokumen perencanaan. Target itu sekaligus menjadi tantangan koordinasi bagi kementerian, PLN, pelaku usaha, dan seluruh ekosistem energi nasional untuk mengubah potensi surya Indonesia menjadi kapasitas listrik yang nyata. Pilihan energi surya memiliki dasar yang kuat. Pemerintah mencatat potensi energi surya Indonesia mencapai sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Kesenjangan tersebut memperlihatkan besarnya ruang yang masih dapat dimanfaatkan. Karena itu, megaproyek 100 GWp bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan upaya mengubah sumber daya alam yang selama ini belum optimal dimanfaatkan menjadi kekuatan ekonomi dan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperkirakan kebutuhan investasi untuk keseluruhan program mencapai sekitar 73 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.140 triliun. Nilai tersebut memang sangat besar, tetapi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi energi nasional. Bahlil juga memperkirakan program ini dapat menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menghasilkan efisiensi subsidi energi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun. Dengan demikian, belanja pembangunan diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Besarnya kebutuhan investasi juga membuka ruang kolaborasi antara negara dan sektor swasta. Pemerintah menyiapkan skema Independent Power Producer bagi investor yang mampu menawarkan harga listrik kompetitif. Apabila tidak terdapat penawaran yang memenuhi prinsip efisiensi, pemerintah menyiapkan opsi pembangunan melalui Danantara. Pola ini menunjukkan negara tetap memegang kendali strategis, sekaligus membuka kesempatan bagi modal dan kemampuan usaha untuk mempercepat pembangunan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan bertahap agar pelaksanaan dapat dikawal secara terukur. Tahap awal diarahkan pada 17 GWp, dilanjutkan 18 GWp, kemudian sekitar 35 GWp pada fase berikutnya, sementara kapasitas sisanya akan ditetapkan melalui tahapan lanjutan. Peta jalan tersebut penting karena proyek sebesar 100 GWp membutuhkan kesiapan lahan, jaringan transmisi, pembiayaan, teknologi penyimpanan, serta koordinasi lintas sektor.…

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Oleh : Radjiman Arif Indonesia sedang memasuki babak…

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja JAKARTA – Pemerintah di…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.