• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Mewaspadai Manuver KKSB Papua Jelang HUT 1

Mewaspadai Manuver KKSB Papua Jelang HUT 1

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 7 November 2020

Oleh : Rebecca Marian

Jelang ulang tahun OPM tanggal 1 Desember, masyarakat Papua diminta untuk terus waspada, karena biasanya KKSB turun gunung. Kelompok separatis ini ingin mengajak warga untuk ikut memberontak. Bagi yang menolak, maka mereka mengancam dengan senjata tajam. Pengamanan di Intan Jaya, Mimika dan wilayah lain diketatkan.

Permasalahan keamanan di Papua terjadi karena hadirnya kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang ngotot ingin memberontak. Mereka selama ini bersembunyi dari kejaran aparat dan memilih gunung yang masih sepi. Keberadaan KKSB meresahkan karena mereka sering memaksakan pendapat kepada warga sipil dan memamerkan senjata.

Sebentar lagi ulang tahun organisasi Papua merdeka (OPM), yakni tanggal 1 desember. Menurut tradisi, tiap tanggal tersebut KKSB akan turun gunung dan muncul di muka publik. Tujuannya agar mengajak masyarakat agar memerdekakan Papua. Mereka kukuh ingin lepas dari Indonesia dan mendirikan OPM sejak tahun 1965.

Keberadaan mereka tentu meresahkan warga. Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menyatakan pihaknya memperketat pengamanan di seluruh wilayah Bumi Cendrawasih. Tak hanya di wilayah Mimika, namun juga tempat lain. Seperti Jayapura dan Merauke. Jumlah aparat yang ditugaskan akan ditambah, agar tidak ada lagi kekacauan tanggal 1 desember.

Pengamanan diperketat agar tidak ada pertumpahan darah. Karena KKSB makin ngawur dengan menembak aparat yang bertugas, seperti yang pernah mereka lakukan di Sugapa, Intan Jaya. Karena mereka merasa polisi adalah wakil dari pemerintah Indonesia, sehingga nekat melontarkan pelor.

KKSB adalah kelompok separatis yang berdiri karena kontra dengan hasil pepera (penentuan pendapat rakyat). Mereka tak mau bergabung dengan Indonesia. Walau sudah puluhan tahun bergerilya, tapi sekarang tetap menebarkan teror lewat media sosial. Bahkan salah satu anggota mereka memprovokasi jika KKSB tidak ‘berjuang’, ras melanesia akan dihancurkan.

Tuduhan itu tentu salah besar karena pemerintahan Presiden Jokowi tidak pernah melakukan rasisme dan memakai isu SARA. Mungkin mereka tak merasakan perbedaan antar pemerintah sekarang dengan orde baru, karena terlalu lama bermukim di gunung dan hutan. Saat ini Papua sudah maju berkat otonomi khusus, dan KKSB malah menolaknya.

Permasalahan KKSB memang pelik. Mereka licik dengan merekrut anggota baru dari anak remaja yang putus sekolah. Para ABG itu dipengaruhi agar mau masuk jadi kader baru KKSB, dengan banyak iming-iming. Sementara remaja yang masih labil merasa jadi anggota kelompok tersebut adalah hal yang keren karena jadi gagah dan bisa menenteng senjata tajam.

Dari mana KKSB mendapat senapan dan senjata tajam lain? Ternyata mereka bisa dengan mudah mendapatkannya di jaringan penjualan senjata pada black market. Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni menyebut jika di wilayahnya, KKSB bisa membeli senjata dengan mudah. Ia langsung mengecam dan meminta bantuan polisi dan tentara untuk membongkar kasus ini.

Baca juga: Strategi ‘Rem dan Gas’ Seimbangkan Fokus Kesehatan dan Ekonomi di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Natalis menyatakan ada kongkalingkong antara anggota KKSB dengan pengurus desa di wilayah Intan Jaya. Mereka menyalahgunakan dana desa dari pemerintah, lalu membeli senjata untuk KKSB. Walau pengurus desa mengaku hanya diancam oleh anggota separatis tersebut, namun tetap saja ia melanggar peraturan, karena melakukan korupsi.

Dana desa ditransfer melalui rekening pribadi dan uang untuk membeli senjata juga diberikan via transfer Bank. Sehingga agak susah untuk menelusurinya. Maka perlu adanya kerja sama dari pengurus desa dan pihak Bank, agar tidak ada kasus yang terulang. Jangan sampai pengurus desa kehilangan jabatannya karena dianggap memihak KKSB.

Warga Papua diminta untuk jangan terpengaruh atas provokasi KKSB. Jangan pula mau diprovokasi untuk bergabung, karena mereka kaum separatis.Aparat juga meningkatkan keamanan di Papua jelang 1 desember, agar keadaan di Bumi Cenderawasih selalu aman dan damai.

Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Jakarta

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

November 7, 2026

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

November 7, 2026

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah Oleh Sulaiman Di tengah upaya memperkuat…

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla Oleh : Sigit Prasetyo Pembasahan gambut menjadi…

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum Jakarta – Kasus dugaan penyadapan…

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara  Oleh: Amril Jambak Ada saatnya seorang pemimpin harus mengambil sikap tegas. Bukan semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan untuk memastikan bahwa negara tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun. Terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut keselamatan kepala negara, keamanan pemerintahan, serta kedaulatan bangsa. Perkembangan terbaru mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa. Apalagi, dugaan tersebut menyeret sejumlah individu dari lingkungan institusi penegak hukum. Pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Ketiganya kemudian menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. Sehari setelahnya, 4 November 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Pemerintah bahkan menilai perkara itu memiliki indikasi yang mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi membahayakan keselamatan pimpinan serta kepentingan negara. Langkah Presiden yang menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Untuk sementara, Presiden menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan. Keputusan tersebut patut diapresiasi. Sebab, seorang presiden tidak boleh ragu mengambil tindakan ketika terdapat persoalan serius yang menyentuh keamanan dan kewibawaan negara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang boleh dikendalikan oleh kepentingan kelompok, jaringan kekuasaan, ataupun faksi tertentu.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.