• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Energi»PLN Pastikan Pasokan Listrik Perbatasan Indonesia-Timor Leste Andal

PLN Pastikan Pasokan Listrik Perbatasan Indonesia-Timor Leste Andal

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 9 March 2020

Menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan membangun infrastruktur kelistrikan di daerah perbatasan.

Untuk itu PLN terus melakukan penguatan kelistrikan khususnya di daerah-daerah perbatasan melalui berbagai ekspansi di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia – Timor Leste sehingga pasokan listrik bisa lebih andal, dan berkualitas bagi tiga pos PLBN seperti PLBN Motaain, PLBN Wini, dan PLBN Motamasin.

Baca juga: PLN Dukung Kelistrikan Pembangunan PLBN Maritaing

Berbagai ekspansi jaringan telah dilakukan PLN dari tahun ke tahun, diantaranya melalui perluasan jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) untuk penyambungan listrik ke PLBN Motaain dengan daya sebesar 690 kVA (kilovolt Ampere), memperluas jaringan SUTM di PLBN Wini dengan daya menjadi 555 kVA dan ekspansi jaringan listrik untuk PLBN Motamasin dengan daya menjadi sebesar 555 kVA.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) – Ignatius Rendroyoko menyebutkan bahwa penguatan pasokan listrik juga ditujukan untuk lampu-lampu penerangan jalan, desa-desa, rumah ibadah, serta pasar-pasar sekitar perbatasan, dialirkan melalui tiga Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) yang berada di perbatasan Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, dan Kabupaten Timor Tengah Utara.

“Ekspansi ini untuk memperkuat pasokan listrik bagi masyarakat, sehingga meningkatkan aktifitas perekonomian di perbatasan, selain itu juga untuk berbagai fasilitas umum seperti penerangan jalan, rumah ibadah, pasar-pasar dan lainnya, pembangunan jaringan listrik ini juga meliputi daerah Kabupaten Belu, Kab. Malaka, Kab. Timor Tengah Utara dan Kab. Kupang, tentu berbagai upaya ini dilakukan sebagai salah satu upaya kami menjaga kedaulatan Negara khususnya di daerah perbatasan,” terang Rendroyoko.

Selain ekspansi jaringan, PLN juga membangun beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal yaitu PLTS Fotovoltaik 1 MWp di Atambua, Kabupaten Belu, dan dua pembangkit listrik skala kecil di daerah Oepoli dan Naekake yang berbatasan langsung dengan Oekusi, salah satu distrik di Timor Leste, sehingga kebutuhan listrik di daerah perbatasan dapat terpenuhi.

Kedepan, sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), PLN akan memperkuat kelistrikan sistem Timor yang berada di wilayah perbatasan mulai dari Kota Kupang sampai dengan Kota Atambua. Dalam hal ini, PLN akan membangun beberapa pembangkit listrik di Kupang, Timor, dan Atambua yang kemudian dihubungkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) berdaya 150 kV. Disamping memperkuat pasokan listrik, ekspansi jaringan dan pembangunan berbagai pembangkit listrik oleh PLN juga dilakukan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi perbatasan Indonesia – Timor Leste.

“Fokus utama adalah menyediakan suplai listrik yang cukup, rasio elektrifikasi 100%, Rasio Desa Berlistrik 100%, Rasio Dusun Berlistrik 100% sehingga tercipta bukti nyata bahwa listrik akan menjadi motor utama penggerak ekonomi rakyat dan daerah setempat,” tutup Rendroyoko.

 

Pemerintah Genjot Pemerataan Listrik hingga Pelosok Desa

June 20, 2026

Sikapi Demonstrasi, Pemerintah Terus Jalankan Efisiensi dan Pembenahan Tata Kelola

June 20, 2026

Pemerintah Genjot Pemerataan Listrik hingga Pelosok Desa

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Pemerintah Genjot Pemerataan Listrik hingga Pelosok Desa Jakarta – Pemerintah mempercepat upaya pemerataan akses listrik…

Sikapi Demonstrasi, Pemerintah Terus Jalankan Efisiensi dan Pembenahan Tata Kelola

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sikapi Demonstrasi, Pemerintah Terus Jalankan Efisiensi dan Pembenahan Tata Kelola *Jakarta* – Kepala Badan Komunikasi…

Gerakan Mahasiswa Harus Tetap Jadi Suara Rakyat, Bukan Alat Elite

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Gerakan Mahasiswa Harus Tetap Jadi Suara Rakyat, Bukan Alat Elite Di beberapa wilayah belakangan ini…

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan. Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri. Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Dalam hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, aparat berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan guna membangun kesadaran bersama bahwa stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua. Pendekatan yang mengedepankan dialog tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak menutup ruang demokrasi. Sebaliknya, negara hadir untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa keamanan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam kerangka hukum dan kepentingan bersama. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.