• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Tetap Waspada dan Siaga Akan Bahaya Radikalisme di Medsos Saat Pandemi

Tetap Waspada dan Siaga Akan Bahaya Radikalisme di Medsos Saat Pandemi

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 10 May 2020

Oleh: Reka Agustina (Ketua Gerakan Literasi Terbit Regional Jakarta)

Pemerintah Indonesia telah menetapkan pandemi Covid-19 menjadi bencana nasional sehingga membutuhkan Gugus Tugas untuk Percepatan Penanganan. Namun kebijakan komprehensif pemerintah tampaknya masih menuai kritik bahkan resistensi dari berbagai elemen masyarakat, yang cenderung menuntut agar tegas menyikapi ancaman serius lain, yakni radikalisme.

Dampak pandemi Covid-19 ini, menyebabkan beralihnya fokus aparat keamanan dimanfaatkan oleh kelompok lain yang berkepentingan seperti kelompok anti pemerintah untuk memperburuk situasi dan kondisi. Di sisi lain, hal itu dijadikan peluang bagi gerakan radikalisme membangun dan memperkuat sentimen negatif atau ketidakpercayaan publik kepada pemerintah.

Tentunya dengan menebar berita-berita hoax terkait kegagalan negara dalam penanganan Covid-19. Hoax dibuat seakan-akan nyata dengan bukti-bukti yang juga terlihat nyata. Kelihaian dan pencitraan memutarbalikkan fakta sangat cantik sehingga masyarakat terpikat dengan berita hoax tersebut. Padahal semuanya hanya ilusi semata.

Baca juga: Menjadi Warganet yang Bijak dan Moderat Demi Melawan Paham Radikalisme di Media Sosialg

Tidak hanya masalah Covid-19, semua masalah yang bisa dibuat bahwa itu adalah kesalahan dari pemerintah atau sistem pemerintahan Indonesia, pasti dijadikan kambing hitam oleh kelompok yang tak bertanggungjawab, terutama kelompok radikal dan teroris.

Mereka menginginkan berdirinya sistem pemerintahan Islam di Indonesia. Padahal Indonesia merupakan negara yang majemuk dengan kearifan lokal tinggi. Kuatnya persatuan Indonesia menjadikan kelompok radikal mengembangkan pola dan sistem propaganda serta rekrutmen anggota. Pengembangan tersebut juga menyasar media sosial sehingga perlu pagar kuat untuk membentengi diri dari hoax.

Pemerintah telah berusaha sangat keras membendung perebaran hoax di dunia maya, berbagai kebijakan penghapusan maupun downgrading akun-akun penyebar hoax. Namun itu tidak cukup. Pemerintah bersama masyarakat harus bersatu dan bekerjasama untuk segera menangani ancaman penyebaran dan dampaknya.

Peneliti Senior Badan Litbang Kementerian Agama, Abdul Jamil Wahab mengatakan, motif gerakan terorisme adalah motif keagamaan dan balas dendam. Mereka akan terus berjuang hingga sistem Khilafah Islamiyyah berhasil mereka dapatkan.

Situasi Covid-19 ini, pasalnya, para oknum paham radikal menganggap seperti peristiwa perang, Oleh karena itu warganet bersama masyarakat dan pemerintah harus bersatu dan bekerja bersama mempublikasikan narasi positif dan
optimisme guna mengangkat isu persatuan dan toleransi.

Optimisme masyarakat akan terus tumbuh bila terjalin hubungan baik antara masyarakat dan pemerintah. Literasi masyarakat juga lerlu ditingkatkan guna aktif berpartisiapsi mendukung pemerintah dalam melawan hoax radikalisme dan intoleransi yang dapat menganggu eksistensi kedaulatan di tengah Pandemi Covid19.

Mari melawan Virus Radikalisme yang Memprovokasi dan Menghambat Upaya Penanganan Pandemi Covid-19 ini dengan menghindari Provokasi dan Propaganda Radikalisme Dengan Tingkatkan Rasa Patriotisme dan Nasionalisme Demi Indonesia yang Damai dan Maju.

AMANAH Kembali Bangkit, Pemuda Aceh Disiapkan Jadi Motor Pembangunan Berkelanjutan

April 21, 2026

Relaunching AMANAH Hadirkan FLB, Dorong Lahirnya Generasi Muda Inovatif dan Produktif

April 21, 2026

AMANAH Kembali Bangkit, Pemuda Aceh Disiapkan Jadi Motor Pembangunan Berkelanjutan

By Kata IndonesiaApril 21, 20260

AMANAH Kembali Bangkit, Pemuda Aceh Disiapkan Jadi Motor Pembangunan Berkelanjutan Banda Aceh – Program Aneuk…

Relaunching AMANAH Hadirkan FLB, Dorong Lahirnya Generasi Muda Inovatif dan Produktif

By Kata IndonesiaApril 21, 20260

Relaunching AMANAH Hadirkan FLB, Dorong Lahirnya Generasi Muda Inovatif dan Produktif ACEH BESAR – Momentum…

Sambut Relaunching AMANAH, Sinergi Pemuda dan Pemerintah Dorong Ekonomi Kreatif Aceh

By Kata IndonesiaApril 21, 20260

Sambut Relaunching AMANAH, Sinergi Pemuda dan Pemerintah Dorong Ekonomi Kreatif Aceh Banda Aceh — Relaunching…

Dari Kreativitas ke Produktivitas, Relaunching AMANAH Siapkan Generasi Muda Aceh Unggul

By Kata IndonesiaApril 21, 20260

Dari Kreativitas ke Produktivitas, Relaunching AMANAH Siapkan Generasi Muda Aceh Unggul Aceh Besar – Aneuk…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.