• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Kesehatan»Vaksin Sinovac Memenuhi Aspek Kehalalan

Vaksin Sinovac Memenuhi Aspek Kehalalan

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 2 December 2020

Oleh : Tasya Camila

Vaksin corona sudah dinanti-nanti oleh masyarakat agar pandemi lekas berakhir. Mereka tak perlu ragu atas statusnya, karena vaksin Sinovac yang akan didatangkan oleh pemerintah sudah halal MUI. Sehingga masyarakat akan mau diimunisasi dan mendapatkan kekebalan dari serangan virus covid-19.

Imunisasi corona rencananya akan diberikan pemerintah bulan desember atau januari mendatang. Karena vaksin yang didatangkan amat banyak, untuk seluruh WNI, sehingga butuh waktu untuk mendatangkannya dari luar. Pemerintah juga mempersiapkan rencana imunisasi dengan matang, seperti pemberian prioritas dan pengadaan sarana, sehingga akan berjalan lancar.

Masyarakat tak perlu khawatir tentang aspek kehalalan vaksin Sinovac. Menurut Penny K Lukito, Kepala BPOM, vaksin ini sudah memenuhi syarat untuk mendapat label halal dan sesuai aspek obat yang baik. Aspek tingkat halalnya juga sudah diperiksa oleh MUI. Inspeksi vaksin tak hanya dilakukan oleh MUI, tapi juga Biofarma dan BPOM.

Baca juga: Masyarakat Sambut Positif Program Vaksinasi Covid-19

Penny menambahkan, vaksi Sinovac sedang dalam masa uji klinis fase III di Bandung. Selain itu, MUI sedang dalam proses membahas soal fatwa vaksin covid-19 dalam musyawarah nasional (munas), tanggal 25-27 november 2020. Jadi tinggal menunggu waktu saja keluarnya fatwa MUI tentang kehalalan vaksin Sinovac dan juga sosialisasinya ke masyarakat.

Sosialiasi ini amat penting karena MUI dan ulama berperan banyak dalam kesuksesan imunisasi corona. Mereka memiliki power untuk mengajak masyarakat muslim agar mau divaksin karena sudah berstatus halal. Sehingga ketika seluruh WNI sudah diimunisasi corona, akan ada kekebalan massal dan pandemi covid-19 bisa segera berakhir.

Selama ini memang ada ganjalan dari kaum antivaks alias anti vaksin yang ngotot tidak mau disuntik apapun, dari imunisasi BCG, typhoid, hepatitis, sampai covid-19. Alasan mereka adalah karena imunisasi itu haram, karena terbuat dari bahan yang terbuat dari babi. Memang ada stabilizer yang ternyata berbahan gelatin babi, sehingga ada vaksin yang non halal.

Namun selama ini vaksin yang masuk ke Indonesia sudah dipastikan halal, karena pemerintah paham bahwa sebagian besar WNI adalah umat muslim. Apalagi vaksin corona yang notabene wajib disuntikkan ke semua orang, jadi harus berstatus halal. MUI juga sudah menjaminnya, jadi mereka tak usah mengkhawatirkan status vaksin tersebut.

Kehalalan status vaksin buatan Sinovac diperoleh karena tidak ada bahan yang mengandung gelatin babi. Biasanya zat itu diganti dengan gelatin sapi, sehingga benar-benar halal dan siap untuk disuntikkan. Janganlah kaum antivaks menuduh semua vaksin itu haram, termasuk buatan Sinovac, karena sama saja tak mempercayai pemerintah.

Pemberian imunisasi corona juga wajib karena dalam situasi pandemi vaksin ini tidak bisa digantikan oleh bahan lain. Jika ada yang ngotot untuk menggunakan herbal seperti jahe dan rimpang lain, fungsinya hanya untuk menambah stamina, bukan untuk menggantikan vaksin. Jangan pula percaya hoax dan overclaim oleh penjual suplemen yang katanya bisa menggantikan vaksin.

Selain itu, antivaks juga tak bisa beralasan ada herd immunity alias imunitas lingkungan. Karena saat pandemi imunitas seperti ini mustahil terjadi. Penyebabnya adalah virus covid-19 bisa menular lewat udara pengap dan kotor. Sehingga saat di luar ruangan dan kita berkontak dengan OTG, bisa dengan mudah tertular, kalau tubuh tak mendapatkan vaksin.

Jangan ada lagi yang menolak diimunisasi corona dengan alasan tidak halal, karena MUI sudah menjamin kehalalannya. Selama proses pembuatan vaksin Sinovac juga sudah diawasi penuh oleh MUI, sehingga sudah dipastikan tidak mengandung bahan gelatin babi. Masyarakat bisa lega karena akan mendapat vaksin corona yang halal dan tubuhnya aman dari corona.

Penulis adalah kontributor Milenial Muslim Bersatu

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

August 5, 2026

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

August 5, 2026

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas JAKARTA — Munculnya kabinet bayangan (shadow cabinet)…

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia Jakarta – Semangat menjaga persatuan…

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik Oleh : Gavin…

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa Peraturan Presiden tentang AI akan menjadi langkah awal dalam penerapan tata kelola AI sebelum pemerintah menyusun Undang-Undang AI yang lebih komprehensif. Pemerintah saat ini telah menuntaskan penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI beserta Etika AI. Dokumen tersebut telah melalui pembahasan lintas kementerian dan lembaga, sehingga kini tinggal menunggu penetapan oleh Presiden. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.