• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Waspada Gelombang Kedua Penyebaran Covid-19

Waspada Gelombang Kedua Penyebaran Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 5 November 2020

Oleh : Rengganis Kusuma Dewi

Masa pandemi belum berakhir dan saat ini warga dunia patut waspada ketika ada potensi serangan corona gelombang kedua di Eropa. Bahkan di Prancis diperintahkan untuk lockdown selama minimal 2 minggu. Orang Indonesia juga harus melindungi diri karena vaksin covid-19 belum dikeluarkan secara resmi.

Virus covid-19 yang berasal dari Wuhan, Tiongkok, menyebar ke seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. Pemerintah sudah berusaha menahan penularan penyakit corona dengan berbagai cara, dengan memplokamirkan protokol kesehatan. Juga membentuk tm satgas covid agar memperingatkan masyarakat atas bahaya penyakit ini.

Sekarang di negeri asal corona, sudah dinyatakan bersih, namun sayangnya ada ancaman serangan penyakit gelombang kedua di Eropa. Presiden Jokowi dalam pidatonya menyatakan bahwa saat ini di Prancis, Italia, Spanyol, dan Jerman ada kenaikan jumlah pasien corona. Beliau mengingatkan agar seluruh warga negara Indonesia berhati-hati.

Presiden menambahkan, kewaspadaan patut ditingkatkan walau kasus aktif corona di Indonesia relatif rendah, yakni 13,78 %. Angka ini lebih sedikit dari rata-rata kasus aktif corona di dunia, yakni 25,22%. Kasus aktif yang rendah masih harus ditekan sampai 0%, agar pandemi bisa lekas berakhir.

Sementara itu, tingkat kesembuhan di Indonesia 82,84% dan angka ini lebih tinggi dari tingkat kesembuhan corona di duna, yakni 72%. Namun walau kasus aktif covid rendah dan tingkat kesembuhannya cukup tinggi, kita jangan jumawa. Karena bisa jadi ada serangan gelombang kedua seperti yang terjadi di Eropa.

Di Prancis dan negara Eropa lain memang serangan corona sempat mereda, tak heran sekolah dan tempat umum lain dibuka kembali. Namun sayang setelah itu ditemukan kasus covid-19 yang baru, entah dari kebiasaan masyarakatnya atau imunitas tubuh yang belum membaik. Sekarang Prancis masih di-lockdown total.

Walau benua Eropa letaknya relatif jauh dari Asia Tenggara, namun bukan berarti serangan corona tidak akan terjadi lagi. Karena tingginya penularan bukan dari lokasi negara, namun dari kebiasaan dan pola hidup masyarakat. Apakah mereka mematuhi protokol kesehatan dan menuruti aturan pemerintah yang lainnya.

Masyarakat masih harus mematuhi protokol kesehatan seperti pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Semua itu terlihat sepele tapi wajib dilakukan demi keselamatan kita sendiri. Jangan berpikir bahwa pakai masker membuat susah bernapas, karena ada masker kain atau masker bedah yang berpori dan pemakainya bisa menghirup udara dengan lega.

Begitu pula dengan kebiasaan untuk cuci tangan. Yang perlu diubah adalah mindset masyarakat. Cuci tangan hanya perlu waktu kurang dari semenit tapi mampu mematikan kuman dan virus. Jangan meremehkan cuci tangan, karena pada pegangan pintu dan benda lain yang sering disentuh banyak orang, berpotensi membawa virus covid-19.

Jauhi juga kerumunan dan ingat untuk jaga jarak minimal 1,5 meter. Ketika mengantri di Bank atau tempat umum lain, jangan sengaja duduk di kursi yang ditanda silang, karena dimaksudkan untuk menjaga jarak. Ingatlah penelitian WHO yang menyatakan bahwa corona bisa menular lewat udara, jadi selalu hindari kerumunan dan jangan duduk berdempetan.

Mematuhi protokol kesehatan memang melelahkan, tapi penting dilakukan agar kita semua bebas corona. Lebih baik mengoleksi masker, hand sanitizer, sarung tangan, dan perangkat lain. Juga menghindari undangan arisan atau pernikahan, yang mengumpulkan banyak orang. Daripada nanti tertular corona dan mati merana.

Jika semua orang disiplin dan mematuhi protokol kesehatan, maka penularan corona di Indonesia bisa berkurang drastis. Sehingga kita tidak perlu takut akan ada serangan covid-19 gelombang kedua. Kehidupan akan normal kembali dan masyarakat tak perlu takut akan corona.

Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

August 5, 2026

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

August 5, 2026

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas JAKARTA — Munculnya kabinet bayangan (shadow cabinet)…

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia Jakarta – Semangat menjaga persatuan…

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik Oleh : Gavin…

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa Peraturan Presiden tentang AI akan menjadi langkah awal dalam penerapan tata kelola AI sebelum pemerintah menyusun Undang-Undang AI yang lebih komprehensif. Pemerintah saat ini telah menuntaskan penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI beserta Etika AI. Dokumen tersebut telah melalui pembahasan lintas kementerian dan lembaga, sehingga kini tinggal menunggu penetapan oleh Presiden. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.