• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Waspada Provokasi OPM Jelang Ulang Tahunnya

Waspada Provokasi OPM Jelang Ulang Tahunnya

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 10 November 2020

Oleh : Rebeca Marian

Ulang tahun organisasi Papua merdeka tanggal 1 desember menjadi tanggal yang mendebarkan, karena mereka punya tradisi untuk menampilkan diri di depan publik. Mereka juga memprovokasi rakyat di Bumi Cendrawasih agar mendukung OPM dan tak lagi menurut pada pemerintah. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Papua adalah provinsi yang paling bungsu bergabung dengan Indonesia, namun tetaplah bagian dari negeri ini. Warga sipil di Bumi Cendrawasih juga mencintai NKRI. Apalagi di era Presiden Jokowi. Papua begitu diperhatikan, bahkan beliau tercatat sebagai presiden yang paling sering berkunjung ke sana. PON juga akan diselenggarakan di Papua dan kepercayaan ini membuktikan kecintaan pemerintah.

Namun sayangnya ada oknum yang tidak suka melihat kedekatan warga sipil Papua dengan pemerintah pusat. Organsasi Papua Merdeka berusaha terus untuk memprovokasi rakyat di Bumi Cendrawasih. Mereka masih kukuh ingin membentuk negara federal Papua Barat dan memisahkan diri dari Indonesia. Serta menganggap hasil pepera (penentuan pendapat rakyat) tidak sah.

Baca juga: Stop Demonstrasi, Gugatan UU Cipta Kerja Ke MKa

Pernyataan OPM tentu menggelikan karena pepera terjadi lebih dari 30 tahun yang lalu. Bagaimana bisa mereka memprotes sesuatu yang sudah sah di mata hukum negara dan internasional? Jika ada anggota OPM yang bilang seperti itu, maka bisa jadi mereka tak meliaht perstiwa pepera tersebut dengan mata kepala sendiri.

OPM juga memprovokasi rakyat Papua untuk mengibarkan bendera mereka, yakni yang bergambar bintang kejora, di hari ulangtahunnya tanggal 1 desember. Masyarakat tentu tidak mau mengibarkannya karena mereka lebih memilih bendera merah putih. Pengbaran bendera bintang kejora adalah sebuah penghinaan terhadap kesucian sang saka merah putih.

Selain masalah bendera bintang kejora, OPM juga mempengaruhi masyarakat melalui isu SARA. Pada sebuah halaman di media sosial Facebook, anggota OPM yang bernama Nathan Maryuana memplokamirkan rencana penyerangan tanggal 1 desember. Mereka mengajak warga sipil Papua untuk ikut berperang melawan aparat, di daerah Sorong hingga Merauke.

Nathan beralasan jika tidak ada penyerangan maka dikhawatirkan ras melanesia di Papua akan dihancurkan oleh suku lain. Dalam artian ia menuduh aparat dan orang lain di Bumi Cendrawasih yang berasal dari suku Jawa, Sunda, dan sebagainya adalah penjajah. Pernyataan ini sangat ngawur dan ia sengaja mengobarkan amarah dengan mengambil isu rasisme.

Tuduhan anggota OPM ini sangat tidak beralasan, karena pemerintah tidak pernah membuat peraturan untuk memusnahkan ras melanesia. Bukankah sejak awal Indonesia berdiri, bhnneka tunggal ika? Berbeda-beda suku tapi tetap 1 jua. Jika ada tuduhan tak berdasar seperti ini bisa menjurus fitnah dan ia bisa kena UU ITE.

Anggota OPM juga dengan licik mencuci otak para remaja yang putus sekolah. Mereka diiming-imingi senapan dan janji surga bahwa bergerilya dengan kelompok kriminal bersenjata itu menyenangkan. Bagaikan jadi pahlawan yang keren dan bisa keluar masuk hutan dan pegunungan dengan gagah berani.

Para ibu dan ayah sebaiknya waspada jika ada anak dan remaja yang dirayu oleh anggota OPM, baik langsung maupun lewat media sosial. Jangan sampai mereka terjerumus dan hidupnya jadi sia-sia karena kena bujukan untuk memberontak. Serta mau menyerang aparat tanggal 1 desember.

Waspadalah terhadap provokasi OPM yang terus mempengaruhi warga sipil Papua untuk ikut memberontak. Saat mereka berulangtahun maka jangan sampai ada yang mengibarkan bendera bintang kejora. Negara federal Papua Barat tidak sah di mata hukum, karena Papua adalah provinsi Indonesia dan tetap jadi bagian negeri ini.

Penulis adalah mahasiswi Papua tinggal di Jakarta

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara

August 15, 2026

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

August 15, 2026

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara Oleh : Antonius Utomo Kehadiran Badan Pengelola…

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya…

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI Oleh : Rivka Mayangsari Menjelang peringatan Hari Ulang…

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan Oleh : Garvin Reviano Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk meneguhkan kembali rasa cinta tanah air, persatuan, dan optimisme terhadap masa depan bangsa. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara, pengibaran Bendera Merah Putih, perlombaan, maupun berbagai kegiatan masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan. Karena itu, suasana perayaan perlu dijaga agar berlangsung aman, tertib, damai, dan penuh kegembiraan sehingga semangat kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Momentum kemerdekaan merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Kegembiraan yang hadir di tengah masyarakat menjadi cerminan kehidupan sosial yang harmonis sekaligus menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi bangsa. Berbagai kegiatan seperti kerja bakti, pemasangan bendera, perlombaan antarkampung, kegiatan kebudayaan, hingga aktivitas komunitas di ruang publik dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Di tengah dinamika nasional yang berkembang, kegiatan tersebut juga penting untuk menjaga ruang sosial tetap positif dan tidak mudah dipengaruhi oleh narasi yang dapat menimbulkan keresahan. Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap stabilitas keamanan menjelang peringatan kemerdekaan. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago mengatakan bahwa situasi dalam negeri hingga saat ini berada dalam kondisi terkendali. Penegasan tersebut disampaikan setelah rapat koordinasi bersama sejumlah pejabat terkait, termasuk Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN. Menurut Djamari, perkembangan situasi nasional masih berada dalam kendali pemerintah dan aparat keamanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjalankan aktivitas, termasuk mempersiapkan berbagai kegiatan peringatan HUT ke-81 RI, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Pernyataan Djamari sekaligus memberikan pesan bahwa stabilitas nasional merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Pemerintah terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi keamanan nasional. Sementara itu, masyarakat dapat berkontribusi dengan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing, menghindari tindakan provokatif, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Dengan kondisi keamanan yang terkendali, momentum kemerdekaan dapat dirayakan secara lebih nyaman dan positif. Pesan untuk menjaga kondusivitas juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Pihaknya mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu keamanan yang beredar menjelang HUT ke-81 RI. Sahroni mendorong masyarakat untuk memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa dan menjaga kepentingan Republik Indonesia secara bersama-sama. Ajakan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman dan harmonis, terutama ketika ruang publik dan media sosial dipenuhi berbagai informasi mengenai perkembangan nasional. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.