• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Buruh Tak Perlu Mogok Massal, Serikat Buruh Sepakati Omnibus Law

Buruh Tak Perlu Mogok Massal, Serikat Buruh Sepakati Omnibus Law

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 4 October 2020

Oleh : Dodik Prasetyo

Rencana pegawai untuk melakukan mogok massal akan dibatalkan karena serikat buruh sudah menyetujui omnibus law. KSPI dan belasan persatuan buruh lain sepakat dengan draft omnibus law karena memudahkan investasi masuk ke Indonesia. Sehingga dunia ekonomi makin semarak dan berakibat positif terhadap iklim ketenagakerjaan.

Pada awalnya, para buruh sepakat akan mogok kerja tanggal 6-8 oktober 2020. Mereka melakukannya untuk menentang omnibus law. Namun kemudian ada revisi sehingga pemogokan dibatalkan. Karena serikat buruh menyetujui RUU Cipta Kerja, yang pada klaster ketengakerjaan menguntungkan para pegawai. Kesalahpahaman telah terhapuskan.

Sebanyak 16 serikat buruh telah beraudensi dengan anggota DPR untuk membahas omnibus law RUU Cipta Kerja, terutama pada klaster ketenagakerjaan. Dalam pertemuan yang diadakan di sebuah hotel berbintang itu, dijelaskan tentang draft omnibus law yang belum final, sehingga masih bisa diubah. DPR tentu tak akan membuat RUU yang merugikan karyawan.

Said Iqbal, perwakilan dari Konfederasi Serkat Pekerja Indonesia menyatakan rasa terima kasih kepada senegap pewakilan DPR. Karena mereka mau mendengarkan aspirasi dari para buruh. Ketika mereka bisa duduk dalam 1 forum dan membahas klaster ketenagakerjaan di omnibus RUU Cipta Kerja, akan terhindar dari kesalahpahaman akibat perbedaan interpretasi pasal.

Iqbal melanjutkan, ia sangat mendukung omnibus law RUU Cipta Kerja karena mendorong investasi masuk ke Indonesia. Dalam artian, akan banyak proyek penanaman modal di negeri ini dan otomatis butuh banyak karyawan. Para pekerja bisa berbondong-bondong melamar ke sana.

Baca juga: Masyarakat Mendukung Pemulihan Pariwisata Dengan Protokol Kesehatan

Jika serikat buruh sudah sepakat dengan omnibus law RUU Cipta Kerja, maka diharap tidak ada demo selanjutnya. Mogok kerja juga dibatalkan saja, karena menunjukkan ketidak kompakan antara serikat buruh dengan para pekerja. Padahal serikat buruh sudah setuju dengan omnibus law RUU Cipta Kerja, pekerja jangan mau terpengaruh oleh provokator.
Selain itu, pemogokan massal bisa merugikan banyak orang.

Jika para pekerja di provider HP tidak mau bekerja selama 3 hari, maka akan bahaya karena bisa-bisa sinyalnya menghilang dari seluruh Indonesia. Ketiadaan sinyal bisa merugikan tak hanya bagi perusahaan, tapi juga keluarga mereka sendiri. Seharusnya para buruh memikirkan efek domino dari pemogokan tersebut.

Sebenarnya permasalahan mogok kerja sudah diatur dalam UU nomor 13 tahun 2003 pasal 137. Dalam pasal tersebut, buruh diperbolehkan mogok kerja. Namun yang jadi problem, pemogokan akan dilakukan saat pandemi covid-19. Sehingga ketika mereka mogok dan melakukan long march, khawatir menimbulkan klaster corona baru.

Walau para pemogok yang berdemo sudah pakai masker, namun tetap bergerombol di tempat umum. Ketiadaan jarak ini yang melanggar protokol kesehatan, sehingga acara wajib dibubarkan oleh aparat.

Apalagi ketika mereka minum dari 1 botol yang sama, droplet bisa menularkan corona.Daripada menimbulkan bencana lebih lanjut, lebih baik hentikan demo dan mogok massal.

Seringkali para peserta pemogokan hanya ikut-ikutan dan tidak tahu mengapa harus berkumpul dan berhenti kerja selama 3 hari. Jika menolak, maka bisa diancam oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Padahal mereka dibayar harian, sehingga selama mogok tidak mendapat penghasilan. Jika seperti ini, apa provokator mau bertanggung jawab?

Waspadalah terhadap penghasut di dalam pabrik karena ia memanfaatkan para buruh yang masih lugu. Sebenarnya para pekerja tidak tahu tenang omnibus law tapi diajak mogok dan berdemo menentangnya. Serikat pekerja seharusnya menciduk aksi provokator tersebut dan memberi edukasi tentang RUU Cipta Kerja.

Mogok massal para buruh akan dihentikan karena faktanya, serikat buruh sudah menyetujui omnibus law. Jangan ada pemogokan dan demo, karena bisa beresiko menimbulkan klaster corona baru. Waspadalah terhadap aksi provokator yang ngotot mengajak para pekerja mogok.

Penulis aktif dalam Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

Langkah Pemerintah Pulihkan Korban Pelanggaran HAM Mendapat Apresiasi

September 21, 2026

Pidato Kyai Gontor: Cermin Kejujuran di Hadapan Kekuasaan

September 21, 2026

Langkah Pemerintah Pulihkan Korban Pelanggaran HAM Mendapat Apresiasi

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

Langkah Pemerintah Pulihkan Korban Pelanggaran HAM Mendapat Apresiasi Oleh: Fauzan Ali Upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan hak asasi manusia (HAM) terus berjalan dengan menempatkan pemulihan korban sebagai bagian penting dari proses penanganan. Langkah pemerintah mencakup penanganan kekerasan yang masih terjadi hingga membuka kembali proses penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran HAM berat pada masa lalu. Pemulihan korban menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelesaian kasus HAM. Proses penanganan tidak cukup berhenti pada pengungkapan peristiwa atau penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga perlu memastikan hak dan kebutuhan korban mendapatkan perhatian. Komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemulihan korban mendapat apresiasi karena menunjukkan adanya upaya untuk melihat penyelesaian kasus HAM secara lebih menyeluruh. Penanganan tidak hanya diarahkan pada aspek hukum, tetapi juga mempertimbangkan dampak yang dirasakan korban dan masyarakat yang terdampak. Komitmen pemerintah terlihat dari respons terhadap kekerasan yang terjadi di Papua Pegunungan. Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) mengecam penembakan tiga warga sipil ASN Dinas Pertanian di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Staf Khusus Menteri HAM, Thomas Harming Suwarta, menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil yang tengah menjalankan aktivitas untuk mencari penghidupan tidak dapat dibenarkan. KemenHAM meminta kasus tersebut diusut secara tuntas dan pelaku diproses secara tegas berdasarkan hukum yang berlaku. Thomas juga menekankan pentingnya memastikan masyarakat sipil tetap mendapatkan perlindungan. KemenHAM mengimbau seluruh pihak menahan diri agar penanganan persoalan di Papua tidak menimbulkan korban baru. Perlindungan terhadap warga sipil menjadi semakin penting ketika persoalan HAM beririsan dengan konflik dan kekerasan. Pemerintah telah menunjukkan komitmennya dengan memastikan setiap tindakan penanganan tetap berada dalam koridor hukum sekaligus menghormati hak dasar masyarakat.…

Pidato Kyai Gontor: Cermin Kejujuran di Hadapan Kekuasaan

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

Oleh : KH Anis Maftukhin Viral. Zaman sekarang menyebutnya begitu. Dulu, istilahnya nggregeti—bikin gelisah. Bikin…

Langkah Pemerintah Pulihkan Korban Pelanggaran HAM Mendapat Apresiasi

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

Langkah Pemerintah Pulihkan Korban Pelanggaran HAM Mendapat Apresiasi   Oleh: Fauzan Ali Upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan hak asasi manusia (HAM) terus berjalan dengan menempatkan pemulihan korban sebagai bagian penting dari proses penanganan. Langkah pemerintah mencakup penanganan kekerasan yang masih terjadi hingga membuka kembali proses penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran HAM berat pada masa lalu. Pemulihan korban menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelesaian kasus HAM. Proses penanganan tidak cukup berhenti pada pengungkapan peristiwa atau penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga perlu memastikan hak dan kebutuhan korban mendapatkan perhatian. Komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemulihan korban mendapat apresiasi karena menunjukkan adanya upaya untuk melihat penyelesaian kasus HAM secara lebih menyeluruh. Penanganan tidak hanya diarahkan pada aspek hukum, tetapi juga mempertimbangkan dampak yang dirasakan korban dan masyarakat yang terdampak. Komitmen pemerintah terlihat dari respons terhadap kekerasan yang terjadi di Papua Pegunungan. Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) mengecam penembakan tiga warga sipil ASN Dinas Pertanian di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Staf Khusus Menteri HAM, Thomas Harming Suwarta, menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil yang tengah menjalankan aktivitas untuk mencari penghidupan tidak dapat dibenarkan. KemenHAM meminta kasus tersebut diusut secara tuntas dan pelaku diproses secara tegas berdasarkan hukum yang berlaku. Thomas juga menekankan pentingnya memastikan masyarakat sipil tetap mendapatkan perlindungan. KemenHAM mengimbau seluruh pihak menahan diri agar penanganan persoalan di Papua tidak menimbulkan korban baru. Perlindungan terhadap warga sipil menjadi semakin penting ketika persoalan HAM beririsan dengan konflik dan kekerasan. Pemerintah telah menunjukkan komitmennya dengan memastikan setiap tindakan penanganan tetap berada dalam koridor hukum sekaligus menghormati hak dasar masyarakat.…

Komitmen Pemerintah Selesaikan Kasus HAM Mendapat Apresiasi Jelang Dua Tahun Prabowo-Gibran

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

Komitmen Pemerintah Selesaikan Kasus HAM Mendapat Apresiasi Jelang Dua Tahun Prabowo-Gibran Oleh: Atika Permata Jelang…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.