• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Lagi Viral, Bos Ikan Cupang di Indonesia Ternyata Alumni Gontor

Lagi Viral, Bos Ikan Cupang di Indonesia Ternyata Alumni Gontor

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 29 December 2020

Budidaya ikan hias jenis cupang diyakini bisa jadi primadona. Selain karena keindahanya, juga mampu meraup keuntungan bagi pembudidaya ikan hias.

Budidaya ikan cupang sangatlah mudah. Dari bahan sederhana baskom yang diisi air serta daun ketapang sebagai media telur, setelah itu dikawinkan antara jantan dan betina.

Parmuji Abas pria pria alumni Pesantren Gontor Tahun 1994 ini sudah Tiga Belas Tahun melakoni budidaya cupang. Bagi Parmuji, sapaan akrab pria 46 Tahun ini, menjalankan budidaya cupang merupakan sebuah hobi.

“Sudah tiga belas tahun. Awalnya iseng tapi memang hobi, dulu anak saya yang memelihara ikan biasa tapi karena mati terus. Akhirnya saya jalankan ini dengan sabar dan ikhlas,” jelas Parmuji yang sempat menjadi bagian administrasi Pondok Gontor ini ketika ditemui KataIndonesia.com di Depok, Selasa (29/12).

Baca juga: Gak Nyangka, Bermodal Bagian Keterampilan di Gontor Pria Ini Sukses Usaha dibidang Karangan Bunga

Untuk mendapatkan hasil budidaya cupang yang baik, tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu kejelian serta ketelatenan, penting juga jenis pakan dan cuaca sangat mendukung kesuksesan budidaya cupang.

“Yang membedakan jenis pakan ada yang jentik kutu air sama ncu untuk cuaca terbaik matahari pagi bagi ikan cenderung sehat sekaligus mutasi warna bagus. Sedangkan cuaca dingin cenderung terkena white spotted atau jamur,” ungkap Parmuji.

Tak hanya sekadar hobi saja, berkat ketelatenan selama dua tahun ini. Adis kini mampu meraup omzet Rp 10 juta per bulan.

Baca juga: Gemparkan Dunia Fashion saat Pandemi, Pria Jebolan Pesantren Gontor Ini Raup Omset Ratusan Juta

Pemasarannya pun tak main-main dalam kota saja, namun juga pengiriman untuk luar kota seperti Papua, Aceh dan Sulawesi mengintai budidaya cupang miliknya.

“Alhamdulillah kelebihan ikan cupang yang saya miliki adalah tipe ikan cupang giant itu bisa laku dari harga 50 ribu sampai 2.5 juta,” jelasnya.

Parmuji pun mengungkapkan, bahwa ikan yang dimilikinya sudah mengikuti kontes sekala nasional

.

“Ikan cupang giant saya alhamdulillah pernah memenangi juara 1 kontes nasional,” tambahnya.

Parmuji juga menyampaikan, jika ada teman- teman yang ingin membeli ikan cupang miliknya akan diberi discount 10 % dengan mengubungi no telepon 081383335545.

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.