• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Travel»Liburan Ke Luar Negeri Sambil Menambah Wawasan Agama Islam, Ini Rekomendasi Tempatnya!

Liburan Ke Luar Negeri Sambil Menambah Wawasan Agama Islam, Ini Rekomendasi Tempatnya!

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 18 September 2020

Laporan: Mutiaradha Syaifitri

Berlibur biasanya kita hanya mencari keseruan untuk sekadar melepas penat. Namun, bisa saja ketika sedang berlibur, kita juga sembari menambah wawasan keilmuan. Apalagi wawasan tersebut berupa keagamaan. Istilahnya, sambil menyelam minum air.

Banyak sekali beberapa kota di dunia yang dianggap suci oleh berbagai agama karena sejarah dan keberadaannya. Misalnya saja umat Islam memiliki kota suci di Makkah yang setiap tahunnya menjalani Ibadah Haji dan Umroh.

Berwisata ke kota-kota yang penuh dengan jejak-jejak para Nabi atau perjuangan kaum muslimin dapat memberikan suasana yang berbeda.

Selain memberikan pengetahuan sejarah perjuangan para Nabi, hal ini juga dapat membangkitkan semangat dan rasa bangga juga bisa meningkatkan keimanan kita. Namun kini di dunia telah membuka wisata dan menjadikan wisata keagamaan sebagai wisata religi.

Baca juga: Ormas Bermasalah Layak Dibubarkan

Salah satunya di Indonesia yang menjadikan beberapa masjid wisata religi internasional seperti Masjid Istiqlal, Masjid Kubah Emas di Depok dan masih banyak lagi yang lainnya untuk didatangi beragam wisatawan lokal dan Internasional.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut rekomendasi tempat wisata religi di luar negeri yang bisa menambah wawasan agama Islam.

1. Granada, Spanyol
Letaknya disebelah selatan kota Madrid, ibu kota Spanyol.

Di sini pernah menjadi pusat ilmu keislaman terbesar dan merupakan salah satu mata rantai kebudayaan Islam ketika berada di bawah kekuasaan Bani Ahmar. Pada saat itu Bani ahmar membangun Istana Alhambra yang indah.
Ada banyak sekali tempat-tempat yang bersejarah di kota ini dan bisa kamu ambil hikmah dari setiap kisah-kisahnya.

2. Istanbul, Turki
Turki memiliki berbagai objek wisata yang unik dan indah. Di Turki kamu bisa menemukan Blue Mosque, sebuah masjid yang memiliki 6 menara indah yang dikelilingi oleh keramik berwarna biru sebagai interiornya dan didukung oleh arsitektur yang akan membuat anda takjub saat berada di dalamnya.

Hirepolis, sisa peninggalan bersejarah dari kota Yunani kuno. Goreme, museum alam terbuka yang sangat menakjubkan, kamu bisa melihat banyak gua dan gereja yang dibuat oleh para ortodoks zaman dulu.

Selain itu juga ada Hagia Sophia, sebuah situs yang merupakan simbol perdamaian antara umat muslim dan nasrani.

3. Kairo, Mesir
Kota yang dikenal dengan sebutan seribu menara ini, menjadi rujukan menimbang ilmu bidang agama islam.

Daerah yang kental dengan suasana Islam adalah central kairo. Ada universitas Al-Azhar dengan masjid tertua di Kairo. Selain itu terdapat sejumlah masjid dan monumen, di antaranya Masjid dan Madrasah Sultan Hasan, Masjid Alraifil, Mausoleum of the saha, menara spiral, Masjid Alabster dan benteng.

4. Berlin, Jerman
Di Jerman ada suatu titik dimana itu menjadi pusat komunitas Muslim di Jerman. Serta sebanyak 40.000 Muslim pula yang terdaftar menetap di sana. Ialah Berlin, menjadi salah satu tujuan populer bagi wisatawan.

Şehitlik-Moschee pun terletak di Berlin, sebuah masjid megah dengan gaya arsitektur Ottoman & karya arsitek terkenal asal Turki. Selain Şehitlik-Moschee, masih ada sekitar 69 masjid lainnya yang tersebar di banyak titik di pusat komunitas Muslim di Jerman ini.
Terdapat tiga kota di Jerman dikenal bersahabat dengan turis. Munich, Hamburg dan Frankfurt.

5. Dubai, Uni Emirat Arab
Selain memiliki taman terbesar di dunia dan wisata yang luar biasa, Dubai juga mengandalkan perdagangan jasa dan investasi untuk pertumbuhan ekonominya, berbeda dengan Abu Dhabi yang mengandalkan perdagangan minyak. Dubai menyediakan fasilitas apa saja yang diperlukan untuk dunia pariwisata dan investor asing.

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

September 14, 2026

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

September 14, 2026

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026 Jakarta – Pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu Koperasi…

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global Oleh : Gavin Asadit…

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia  Oleh Tri Lestari Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memainkan peran lebih besar dalam rantai ekonomi halal global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing dan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik. Yang lebih menarik, Indonesia telah menjadi produsen nomor satu untuk sejumlah produk halal, termasuk sektor mode dan busana muslim. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah besarnya pasar muslim menjadi kekuatan produksi. Kekuatan tersebut semakin ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 4,4 juta sertifikat halal. Besarnya jumlah sertifikasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. Namun, tantangannya adalah memastikan agar sertifikasi halal tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Oleh karenanya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk membuat proses sertifikasi semakin mudah, murah, cepat, dan terintegrasi dengan program pengembangan usaha. Langkah pemerintah dalam membangun akses pasar internasional juga menjadi faktor penting. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki mutual recognition arrangement atau agreement dengan 39 negara. Kerja sama tersebut membuka peluang agar produk halal Indonesia dapat lebih mudah diterima di berbagai pasar global. Artinya, sertifikasi halal dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia, bukan sekadar menjadi tanda kepatuhan di pasar domestik. Di sisi lain, kekuatan ekonomi syariah Indonesia memiliki sumber daya sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor komersial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan berbagai sumber keagamaan lainnya. Optimalisasi dana sosial tersebut dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi umat. Potensi tersebut akan semakin besar apabila keuangan komersial dan keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara lebih sistematis. Dana zakat dan wakaf, misalnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat produktif, sementara pembiayaan perbankan syariah dapat menopang pengembangan usaha yang telah memiliki prospek komersial. Sinergi semacam ini akan membuat ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas terhadap pemerataan kesejahteraan.…

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Oleh: KH Anis Maftukhin Syahdan, Mbah Hasyim Asy’ari pernah menyitir sebuah syair Arab berabad silam…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.