• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pimpinan Pondok Gontor dan Tokoh Nasional Jadi Saksi Pergerakan IKPM Jakarta untuk Indonesia

Pimpinan Pondok Gontor dan Tokoh Nasional Jadi Saksi Pergerakan IKPM Jakarta untuk Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 20 December 2020

Kontribusi Pondok Modern Darussalam besar untuk bangsa. Jauh sebelum Indonesia merdeka, Gontor sudah fokus pada politik tertinggi, yaitu pendidikan. Sejak 1926, Gontor dengan sistem Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI. Persemaian guru Islam) sudah mengkader tokoh yang menginspirasi bangsa.

“Tokoh bangsa dan dunia sudah mendatangi Gontor. Dan Gontor sudah melahirkan figur nasional. Semoga nanti saya dapat datang ke sana,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam acara pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor cabang Jakarta di Gelanggang Olahraga (GOR) Kompleks Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta pada Ahad 20 Desember 2020.

Pertemuan ini menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Kapasitas GOR yang biasanya menampung tiga ribu orang, pada pertemuan ini hanya diisi 197 orang. Semuanya mengenakan masker. Kursi para hadirin disusun berjarak dua meter.

GOR ini memiliki sirkulasi udara yang bagus. Angin perlahan berembus masuk melalui ventilasi udara yang mengelilingi dinding atas dan juga gerbang masuk yang lebar.

Suasana panggung diramaikan panggung berukuran 100 meter persegi hanya diisi 13 orang. Podium selalu disemprot dengan cairan disinfektan sebelum pembicara berdiri di sana.

Baca juga: Gemparkan Dunia Fashion saat Pandemi, Pria Jebolan Pesantren Gontor Ini Raup Omset Ratusan Juta

Wakil Gubernur Jakarta menyebut KH Idham Chalid (1921-2010) yang pernah menjabat wakil perdana menteri Indonesia pada Kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Kabinet Djuanda. Ada juga KH Hasyim Muzadi (1944-2017) yang pernah memimpin PBNU, Prof Din Syamsuddin yang pernah memimpin Muhammadiyah, Hidayat Nur Wahid yang kini menjabat Wakil Ketua MPR dari PKS, dan banyak lagi alumninya yang menekuni berbagai profesi.

Pihaknya berharap pesantren terus berkembang dan selalu mengembangkan pendidikan. Dari sanalah sumber daya manusia (SDM) berkualitas akan lahir dan membangun bangsa ini.

Ariza juga berharap pengurus Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Jakarta dapat menjalankan amanahnya dengan baik. Organisasi ini merupakan tempat bernaung alumni Gontor di seluruh Indonesia. Di Jakarta terdapat 11 ribu orang. Angka ini belum termasuk santri pondok alumni Gontor di Jakarta yang jumlahnya mencapai ribuan. Belum juga angka santri asal Jakarta yang mencapai 10 persen dari 5.000-an santri di Kampus Gontor I.

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal menjelaskan, IKPM harus menjadi teladan dan menjalankan nilai-nilai pondok dalam kehidupan sehari-hari. Di Antara nilai tersebut adalah keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan. Juga berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas.

“IKPM beranggotakan alumni lintas angkatan. Semuanya bergerak bersama-sama untuk menjalankan dan mendakwahkan nilai-nilai tersebut,” imbuh Kiai Hasan.

Dia juga mengharuskan IKPM memiliki program yang mengedepankan pendidikan dan dakwah, membangun prinsip dan komitmen yang kuat, sehingga tak mudah terpengaruh. “Meski dunia terbalik, IKPM jangan terbalik. Meski dunia sakit, IKPM tak boleh sakit. Harus berdiri kokoh,” ujar kiai yang juga mendirikan Pesantren hafalan Alquran al-Muqaddasah di Ponorogo Jawa Timur ini.

Ketua Umum IKPM Ustaz H Ismail Budi Prasetyo mengimbau para hadirin untuk memahami bahwa menjadi pengurus IKPM adalah amanah. Kepengurusannya harus berjalan dengan ketulusan karena akan dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun akhirat. Di hadapan manusia dan juga Allah di akhirat nanti.

Pihaknya bersyukur, dalam suasana serba terbatas akibat pandemi Covid-19, pihaknya dapat melantik 118 pengurus IKPM Jakarta dalam suasana khidmat.

“Semoga para pengurus menjalankan amanahnya dengan sungguh-sungguh. Harus siap memimpin dan dipimpin,” kata Ustaz Ismail.

Ketua Umum IKPM Jakarta KH Sofwan Manaf menjelaskan era industri 4.0 mengharuskan semua pihak untuk bergerak cepat dan strategis. Tujuannya untuk menyikapi perubahan dan dinamika kehidupan berbangsa.

Sinergi dan kolaborasi menjadi keharusan yang dijalankan para pengurus IKPM Jakarta. Berbagai pihak harus dirangkul untuk kemudian bersama-sama berkhidmah untuk kemajuan pesantren dan juga bangsa.

 

“Kepengurusan IKPM Jakarta periode ini didominasi marhalah 90-an, 2000-an, dan 2010-an. Yang angkatan 80-an hanya beberapa orang. Semuanya saling melengkapi dan kerja sama,” kata Kiai Sofwan yang juga menjabat Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah I Jakarta.

Sejarah

Pada tahun 1949, pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor KH Imam Zarkasyi (1910-1985) menghadiri kongres Muslimin Indonesia di Yogyakarta. Kala itu dia bertemu sejumlah alumnus. Komunikasi mereka berjalan dengan penuh keakraban.

Pada momentum tersebut, Pak Zar dan para alumnus sepakat untuk mendirikan organisasi yang mewadahi para alumni Gontor. Kemudian IKPM didirikan pada 17 Desember 1949 kemudian diresmikan pada tahun 1951.

Dalam perjalanannya IKPM memfasilitasi alumni Gontor untuk lebih maksimal berkhidmah kepada masyarakat. Sejumlah kegiatan dilaksanakan organisasi tersebut. Di antaranya adalah silaturahim nasional (Silatnas). Pada 2010 perhelatan ini dihadiri ribuan alumnus di Jakarta Convention Center. Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah menterinya menghadiri perhelatan tadi. Acara yang sama juga digelar di sejumlah tempat.

IKPM juga memfasilitasi anak yang ingin menjadi santri Gontor. Hal ini dilakukan dengan program bimbingan masuk Gontor (Bimago) di seluruh Indonesia. Ada juga unit usaha jasa pengiriman paket ke Gontor. Juga sejumlah kegiatan sosial seperti santunan untuk kaum dhuafa untuk menumbuhkan kepedulian sosial.

Pada periode 2020-2025, IKPM Jakarta akan meneruskan program tersebut dan membangun kerja sama. Di antaranya dengan sejumlah perguruan tinggi nasional, bank syariah, dan sejumlah korporasi.

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.