• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Kuliner»Tips Sukses Berbisnis Kuliner Di Era New Normal

Tips Sukses Berbisnis Kuliner Di Era New Normal

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 4 September 2020

Laporan: Shania Saufa

Bisnis kuliner memiliki potensi tinggi dan cukup menjanjikan. Sebab, makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok dimana setiap hari orang akan membutuhkannya. Maka dari itu, bisnis kuliner sangat memiliki potensi besar.

Tapi sudah menjadi rahasia umum ditengah persaingan yang ketat dan kuat, anda harus memiliki strategi yang bagus untuk menghadapi persaingan tersebut apalagi di era New Normal seperti sekarang ini.

Usaha kuliner bisa dibilang menjadi salah satu bisnis yang paling mampu bertahan dan mengalami banyak tantangan perubahan di masa pandemi COVID-19 ini.

Walaupun begitu, banyak yang membuka tempat makan dengan berbagai macam menu baru dan unik.

Untuk anda yang sedang merencanakan bisnis kuliner saatnya anda harus bisa beradaptasi mengikuti perubahan perilaku masyarakat agar bisnis yang anda tekuni bisa bertahan bahkan sukses diminati seluruh kalangan.

Beberapa hal yang perlu anda perhatikan agar bisnis kuliner yang akan dijalani sukses di era New Normal, simak ulasan berikut:

1. Maksimalkan kebersihan dan keamanan produk

Kejadian pandemi COVID-19 membuat konsumen menjadi semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan, termasuk prosedur kesehatan dalam menyajikan makanan dan minuman.

Baca juga: Ikan Bakar Pak Tarjo, Makanan Seafood Terenak di Jakarta

Kesadaran ini juga melahirkan permintaan untuk lebih transparant akan sumber dan keamanan bahan baku anda. Konsumen pun jadi lebih rasional dan berhati-hati saat memilih makanan.

Untuk meyakinkan kesehatan dan keamanan produk, manfaatkan akun media sosial bisnis anda dan tampilkanlah seluruh proses pembuatan dan penjelasan sumber bahan baku makanan atau minuman Anda.

2. Tren makanan segar siap masak

Selain masalah prosedur kesehatan penyajian makanan, pandemi COVID-19 juga membuat konsumen semakin hati-hati dalam memilih jenis makanan. Selama menjalani karantina PSBB dan kerja dari rumah, konsumen jadi lebih banyak mencari makanan yang lebih bernutrisi dan mulai meninggalkan makanan kemasan kaleng atau makanan beku.

Selain itu, video-video tutorial memasak jadi semakin populer karena konsumen jadi lebih lama di dapur dan senang mencoba masak sendiri. Minat untuk beli makanan matang atau makan di luar pun juga cenderung menurun. Adanya demand ini bisa jadi kesempatan bagi Anda untuk membuat menu makanan sehat yang mudah disiapkan dan bisa dimasak sendiri oleh konsumen.

3. Keunikan atau ciri khas

Selanjutnya, mulailah untuk memikirkan dengan baik produk-produk unik yang belum ada di pasaran. Jika Anda menemui kesulitan, Anda bisa memodifikasi produk yang sudah ada menjadi hal menarik. Misalnya, dari kemasan atau dari sisi pemasarannya. Sesuatu yang unik akan menjadi daya tarik masyarakat untuk mencicipi sesuatu yang berbeda dari sebelumnya.

4. Meningkatkan layanan Food Delivery

Tren bisnis kuliner di era New Normal selanjutnya adalah seperti yang telah disadari, layanan pesan antar makanan jadi penolong paling berjasa bagi konsumen yang sedang ingin menikmati makanan restoran. Semakin banyak pula konsumen yang nyaman dan terbiasa untuk menggunakan layanan delivery.

Di masa transisi ini, meski sudah ada beberapa yang mau keluar dan mendatangi restoran, tidak sedikit jumlah orang yang masih sangat berhati-hati dan membatasi kegiatan di luar rumah.

Maka dari itu, perusahaan perlu antisipasi untuk terus memaksimalkan layanan ini, meski saat keadaan sudah pulih total nanti. Terus perbaiki pengalaman pesan antar konsumen anda dengan jaga kebersihan, gunakan packaging yang aman, dan permudah akses pemesanan makanan untuk semua kalangan usia.

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

August 22, 2026

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

August 22, 2026

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi  Oleh: Hanan Alfawazi Ketahanan energi merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Tanpa pasokan energi yang cukup, terjangkau, dan dapat diandalkan, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat akan menghadapi berbagai hambatan. Karena itu, arah kebijakan energi Indonesia pada 2027 memiliki arti strategis, bukan sekadar sebagai agenda sektoral, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian nasional. Kebutuhan energi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, sementara produksi minyak nasional menghadapi tekanan penurunan alamiah. Pada saat yang sama, dinamika geopolitik global membuat harga dan pasokan energi semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut membuat penguatan sumber energi domestik menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Dalam konteks tersebut, target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sekitar 950 ribu barel setara minyak per hari dalam RAPBN 2027 menjadi salah satu instrumen penting. Target tersebut dinilai realistis oleh Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, terutama dengan melihat peluang optimalisasi lapangan produksi yang telah ada serta pengembangan sumur-sumur baru. Namun, peningkatan lifting tidak dapat dicapai hanya dengan menetapkan target. Sektor hulu migas membutuhkan investasi, teknologi, kepastian regulasi, serta proses pengembangan lapangan yang efisien. Tantangan natural decline juga harus dihadapi secara serius karena sebagian lapangan migas nasional telah memasuki fase produksi yang matang. Anggota Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman melihat masih terdapat ruang untuk menahan laju penurunan alamiah tersebut melalui optimalisasi sumur eksisting dan pengembangan sumur baru. Pengembangan wilayah frontier serta penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) juga menjadi bagian dari pilihan strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi nasional. Artinya, kebijakan peningkatan lifting harus ditempatkan sebagai agenda jangka panjang. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar angka produksi dalam satu tahun anggaran, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan investasi dan penemuan cadangan baru. Jika investasi hulu berjalan konsisten, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat ekosistem industri migas nasional.…

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor Oleh: Aziz Rahman Ketika ketidakpastian…

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat…

​Bikin Terenyuh! Aksi Nyata LAZNAS Darunnajah Bikin Para “Pahlawan Jalanan” Tersenyum Lebar

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Di tengah dinamika mobilitas ibu kota yang digerakkan oleh para pekerja lapangan, eksistensi petugas Penanganan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.